. JATI DIRI SEORANG MUSLIM SEJATI
1 2 3 4 5

JATI DIRI SEORANG MUSLIM SEJATI

Membentuk Muslimah Sejati nan Kaafah
ALLAH Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Alquran yang artinya,
Masuklah kamu semua ke dalam Islam secara kafah".
Menjadi muslimah bukan perkara mudah apalagi menjadi muslimah sejati.
Banyak godaan baik dari dalam maupun luar diri kita. Mereka yang mampu
menjadi muslimah sejati dalam arti mampu mengamalkan ajaran Islam secara
kaafah adalah Mujahidah yang sesungguhnya.
Muslimah yang kafah adalah Muslimah yang lengkap dan sempurna di seluruh
dimensi kehidupannya. Dalam fungsi hidupnya, Muslimah yang kafah siap dan
sanggup, mau dan mampu mengemban tugas sebagai hamba Allah SWT dan
khalifah-Nya di muka bumi.
Dalam diri kita ada potensi rohani yang murni, akal yang kuat, kecerdasan
yang tinggi, dan jasmani yang sehat. Dengan potensi yang telah Allah
anugerahkan tersebut, sangat memungkinkan bagi seorang muslimah untuk
menjadi muslimah kaaffah.
Berikut ini akan diuraikan impelementasi muslimah kafah dalam beberapa
lingkup.
Dalam lingkup pribadi, seorang Muslimah harus berupaya melaksanakan syariat
Islam yang terkait dengan 4 (empat) hal berikut :
Pertama, mantap dalam iman dan akidahnya.
Kedua, Sikap dan perilaku Pribadi yang terpuji.
Ketiga, maksimal dalam ibadah maghdhah
Keempat, senantiasa mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyib
serta berpakaian yang menutup aurat
Dalam lingkup keluarga, seorang muslimah harus :
1. Paham betul tentang keharusan menjaga hubungan antara orang tua dan
anak. Jangan jadikan rumah tangga sebagai nerakanya dunia. Dimana anak dan
orangtua sering berselisih, sering mengumbar kata-kata kasar terhadap anak,
sering melampiaskan kemarahan kepada anak dan sebagainya.
2. Mengerti bagaimana Islam mengatur hubungan laki-wanita, dengan
mahram dan bukan mahram. Kita sering melihat ada seorang wanita dengan
bebasnya mengumbar aurat dimana-mana. Yang lebih sedih lagi banyak yang
tidak tahu kalo adik/kakak ipar kita pun sebenarnya tidak boleh melihat
aurat kita.
3. Memahami bahwa keharmonisan suami-istri itu berangkat dari memahami
Islam dengan benar. Karena Islam-lah yang telah menuntun kita untuk
senantiasa menyayangi dan menghargai istri, menghormati suami, saling
mengerti pasangan hidup kita.
4. Memahami bagaimana Islam mengatur pembagian harta waris. Seringkali
karena waris, anggota keluarga jadi pecah, satu sama lain bermusuhan. Allah
sudah membuat aturan tentang waris ini sebaik dan seadil mungkin. Kita harus
yakin bahwa itu adalah yang terbaik bagi kita dari Allah SWT, Sang Khalik.
5. Berupaya merekatkan silaturahmi dengan anggota keluarga kita.
Lakukan kunjungan rutin ke rumah saudara-saudara kita. Sekali-kali adakan
acara kumpul keluarga besar. Insya Allah itu akan membawa keberkahan.

Selanjutnya, dalam lingkup Sosial Kemasyarakatan, seorang muslimah harus :
1. Memiliki kepedulian sosial. Muslimah harus membuka mata
selebar-lebarnya untuk menyaksikan kondisi saudara-saudara di sekitar kita.
Jangan sampai ada saudara kita yang kesusahan, sementara diri kita sedang
dalam kondisi berlebih. Hati-hati! Allah murka jika kondisi ini terjadi!
Kita harus membantu saudara dan tetangga kita yang sedang kesulitan. Insya
Allah di baliknya ada rizqi yang besar dari Allah SWT. Jangan ada
kekhawatiran harta kita akan habis dikarenakan membantu orang lain.
2. Berupaya melakukan proses sosial sehingga tetap mampu mengetahui
dan menguasai perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari hal
terkecil sampai kepada teknologi yang mutakhir.
3. Senantiasa melakukan proses dakwah di tengah masyarakat. Ini adalah
hal yang sangat terpenting. Walaupun kita hanya memahami sedikit ayat.
Tetaplah sampaikan ayat yang sedikit itu kepada orang lain. Karena dakwah
merupakan kewajiban yang telah Allah perintahkan kepada kita.
Singkatnya esensi perwujudan Muslimah kafah adalah implementasi Alquran dan
Sunah secara paripurna. Apa-apa yang diuraikan di atas merupakan sari-sari
yang diambil dari Al Qur’an dan Assunnah.
Menjadi muslimah kafah merupakan suatu hal yang harus ditekadkan dalam diri
kita. Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh keberkahan dapat dijadikan
momentum bagi kita untuk membentuk muslimah kafah.
Saum Ramadan yang kedudukannya sebagai rukun Islam yang menyatakan
eksistensi seseorang sebagai Muslim, secara mendasar dan maknawi mempunyai
peran yang sangat efektif bagi perwujudan Muslimah kafah.
Esensi saum sebagai menahan diri dari makan minum, perbuatan seksual, dan
sikap perilaku yang tidak terpuji, merupakan pendidikan diri agar bersabar
dan tahan uji serta mampu menunaikan segala tugas kehidupan dengan senang
dan ikhlas. Dengan begitu, tercipta integritas pribadi yang mantap dalam
komitmen hidupnya kepada Allah SWT.
Saum dan seluruh amaliah Ramadan berupa salat wajib dan sunah (tarawih),
zakat mal dan fitrah, infak dan sedekah, tilawah, tadarus dan ta'lim Alquran
dan Sunnah, iktikaf dan ibadah di malam lailah al-qadar mencapai puncaknya
berupa salat Idulfitri yang dilakukan oleh semua umat Islam di seluruh dunia

Hal tersebut sesungguhnya merupakan riyadhah spektakuler dalam menyatakan
terbebasnya diri segenap umat Islam dari penjajahan hawa nafsu dan setan.
Selain itu, juga merupakan momentum kembali pada kesucian untuk merapatkan
barisan umat Islam menatap masa depan serta kehidupan Muslimah secara kafah
dalam naungan Khilafah Rasyidah yang diridhai Allah SWT.***
Wallahu’alam bish showwab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SI PENDAKI MIMPI

"Ya Allah SWT, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, sifat malas, sifat pengecut, bakhil, pikun serta siksa kubur. Ya Allah SWT, anugerahkan kepada kami ketaqwaan jiwa. Sucikanlah, Engkau adalah sebaik-baik dzat yang mensucikannya. Engkau adalah pelindung dan penjaganya. Ya Allah SWT, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yangtidak bermanfaat, hati yang tidak pernah khusuk, jiwa yang tidak pernah puas dan do'a yang tidak dikabulkan"

Arsip Blog's